Selamat Datang di TOKO AZZAM 7
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Selasa, Agustus 27

Wakaf Terbaik

Sedekah, infaq juga wakaf adalah hal yang biasa kita lakukan. Tapi apakah kita pernah merencanakan untuk memberikan wakaf terbaik, yang pernah kita miliki? Harta, mungkin sudah biasa. Pernahkah terpikir oleh kita untuk mewakafkan putra putri kita untuk jalan dakwah....

Allah memuji para juru dakwah dihadapan malaikatNya, bukankah itu pertanda betapa bangganya Allah kepada para juru dakwah. Ada sebuah perumpamaan laiknya disebuah kapal laut ada penumpang yang diatas dan ada yang dibawah. Setiap penumpang yang dibawah harus melewati penumpang yang diatas jika ingin mengambil air, lalu tiba2 muncul ide dari salah seorang penumpang dibawah untuk melubangi sedikit kapal agar tidak perlu ketas untuk mengambil air. Jika sampai terjadi demikian apa yang akan terjadi? Harus ada orang yang mencegah dan memegang tangannya.
 
Apa yang dilakukan atau akan dilakukan oleh penumpang dibawah tadi adalah simbol kedholiman yang akan selalu ada, dan penumpang yang memegangi tangan adalah simbol para juru dakwah. Rasulullah bersabda : Selamatkanlah saudaramu yang berbuat dholim dan yang didholimi. Sejenak mungkin kita bertanya kalau melindungi yang didholimi terasa sangat familiar tapi bagaimana cara menyelamatkan yang berbuat dholim? Inilah perlunya dakwah...
 
Kapal laut seperti sebuah kampung atau kaum, yang mana saat ada yang berbuat kedholiman maka dampaknya atau adzabnya akan dirasakan oleh seluruh kampung atau kaum tersebut. Sobat menjaga dan melindungi manusia dari berbuat dholim adalah kewajiban setiap muslim. Untuk menunaikan kewajiban itu kita butuh manusia2 yang berani, beriman dan teguh pada ajaran Rasulullah, siapkah anda membentuk anak2 anda menjadi juru dakwah yang menyelamatkan negeri ini? Dialah wakaf terbaik, dari setiap nasehat yang mengalir dari lisannya dan setiap orang yang mengikutinya akan menjadi pahala yang takkan terputus untuk yang mewakafkannya. Subhanallah....

Jumat, Agustus 23

Sportiflah...

Saat perang Uhud, gigi beliau tanggal lalu beliau sibuk menyeka darahnya. Para sahabat bertanya 'kenapa engkau sibuk menyeka darahmu ya Rasulullah?' beliau menjawab 'aku tak ingin darahku membasahi bumi yang menjadi alasan Allah mengazab kaumku, karena telah menganiaya nabinya'. Subhanallah.....

Saat di thaif beliau pernah dilempari batu sehingga penuh denga luka-luka lalu datanglah malaikat yang akan menghancurkan mereka (penduduk thaif), beliaupun mencegah sembari berdoa Allahummahdii qoumii fainnahum laa ya’lamuun... Ya Allah ampunilah kaumku sesungguhnya mereka tidak mengetahuinya... bahkan beliaupun mendoakan agar mereka mendapat hidayah dimasa mendatang. Subhanallah....

Saat yang mengharukan saat beliau akan pergi meningalkan dunia ini, namun hal yang selalu mengkhawatirkan beliau adalah ummatnya, hingga akhir hayatnya pun beliau masih sempat-sempatnya menghawatirkan kita ya sekali lagi kita (ummatnya). 
Subhanallah....

Samudera keagungan budi pekerti beliau menimbulkan decak kagum dari penduduk langit bahkan Allah sekalipun bershalawat kepada beliau, takkan pernah bisa bahasa ini melukiskan kesantunan dan kedahsyatan akhlaq beliau. Bukan hanya sejarah yang dibuat oleh ummat islam saja yang mengagungkan beliau, bahkan diluar islampun mengakui kehebatan akhlaq serta budi pekertinya yang tak tertandingi.

Namun sayang seribu sayang prototipe macam beliau tak lagi dikenal oleh generasi muda abad ini, beliau "dipaksakan" kalah oleh figur-2 yang tak bermoral dan jauh dari nilai-2 kemanusiaan itu sendiri. Saya tidak mengatakan dikalahkan karena kenyataannya memang keagungan beliau dicoba ditutupi oleh oknum2 yang tak bertanggung jawab.

Untukmu para generasi penerus.... Bersikaplah sportif, kalian begitu mengagungkan figur2 tak jelas itu dengan meniru, mencari tahu siapa mereka, tapi kalian tak pernah mencari tahu siapa itu Muhammad yang selalu kalian baca saat sholat. Sportiflah.... Lakukan perbandingan terlebih dahulu baru kalian boleh menyimpulkan. Beliau selalu menghawatirkan kalian, beliau mati-matian mendoakan kalian, tapi kalian tak pernah sedikitpun mengkhawatirkan sunnah2nya yang mulai terkikis. Adakah figur2 yang kalian banggakan itu mengkhawatirkan kalian? 

http://google.com/
http://mediafire.com/
http://blogger.com/
http://twitter.com/
http://ziddu.com/
http://youtube.com/
http://youtu.be/
http://godaddy.com/
http://infoterupdatedanterbaru.blogspot.com/

Kamis, Agustus 22

Penebang Kayu

Seorang penebang kayu mencoba melamar bekerja disebuah perusahaan, alhasil dia diterima. Dia bekerja sangat rajin sehingga sang Bos memberinya penghargaan sebuah kapak yang sangat bagus dan tajam. Demi menjaga reputasinya sebagai penebang nomor wahid diperusahaan itu, diapun melipatgandakan semangat serta kerja kerasnya. Hari pertama sejak menerima kapak itu dia berhasil menebang 20 pohon sehari, hari kedua dia hanya berhasil menebang sebanyak 17 pohon, hari berikutnya walaupun menambah kerjanya tetap saja ia hanya mampu menumbangkan 15 pohon saja. Dari hari kehari semakin menurun saja kinerjanya, akhirnya dia menghadap ke direktur perusahaan itu sembari meminta maaf atas kinerjanya yang menurun dari hari kehari. Direktur tadi bertanya "Kapan terakhir kau mengasah kapakmu?" Sedikit kaget dia menjawab "Mengasah kapak? Saya tak pernah melakukan itu, saya sibuk bekerja dan tak ada waktu untuk melakukannya"

Begitulah kita... bekerja memang penting dan bekerja hampir menguasai seluruh kehidupan kita. Bekerja adalah salah satu bentuk eksisnya kita dan salah satu tanggung jawab kita. Jika kita berbicara soal bekerja dan pekerjaan takkan pernah terlepas dari kata produktifitas atau idealnya adalah output yang berkualitas. Produktifitas yang berkualitas hanya akan dihasilkan oleh para pekerja yang berkualitas pula. Untuk menjadi seorang pekerja yang berkualitas dia harus mampu memiliki waktu untuk mengasah "kapak"nya. 

Aset terpenting seorang bekerja adalah ruh, spirit atau semangat. Bagaimana kita bisa menjadi pekerja yang berkualitas jika kita tak mampu menghadirkan ruh, spirit atau semangat itu sendiri, bagaimana caranya? Waktu untuk Sang Maha menjaga Ruh, Sang Pemberi Semangat tentunya Dialah Sang Maha Gagah dan Perkasa, Dialah Allah Ta'ala. Adakah waktu untuk-Nya? Agar "kapak" kita selalu tajam dan siap menumbangkan segala aral, rintangan serta hambatan yang menghadang.

Jangan pernah melupakan mengasah ruh kita, dialah pusat energi terbaik, dialah aset terbaik kita dan hanya satu-satunya. Jagalah ia dengan selalu mendekat dengan-Nya. Itulah saat-2 terbaik masa rehat dan istirahat yang sangat baik. Sudahkah mengasah kapak hari ini?


http://google.com/
http://mediafire.com/
http://blogger.com/
http://twitter.com/
http://ziddu.com/
http://youtube.com/
http://youtu.be/
http://godaddy.com/
http://infoterupdatedanterbaru.blogspot.com/

Rabu, Agustus 21

Yang Kuat Yang Tertindas

Saya ingin mengajak anda untuk sedikit berpikir terbalik tentang fenomena penindasan, atau bahasa umumnya adalah kedhaliman. Allah memang Maha Adil tapi rasa keadilan itu hanya sedikit ditanamkan di kehidupan abad ini. Kedhaliman merajalela, Palestina, Suriah, Mesir dan dibelahan bumi lainnya. Anggapan yang muncul atau keawaman opini publik yang dibangun adalah yang menindas adalah yang kuat dan berkuasa yang menjadi objeknya adalah yang lemah, bagaimana jika saya katakan bahwa yang ditindas adalah mereka yang kuat. Seorang siswa kelas 1 SD mustahil ujiannya adalah siswa SMA, kenapa karena siswa SD kelas 1 pula, belum cukup "ilmu" untuk mengerjakan ujian kelas SMA.

Ingat saudaraku.... Allah tidak menguji seseorang melebihi batas kemampuannya, karena Allah Maha Tahu sekaligus Maha Adil jadi Dia tau ujian apa yang pantas dan tidak, semakin berat ujian seseorang maka semakin tinggi kemampuannya bukan begitu? Lihatlah Palestina, sejak tahun 1948 hingga sekarang ditindas dengan kekerasan yang sangat biadab, tidak manusiawi dan diluar akal sehat, masih hangat dalam ingatan bagaimana Ariel Sharon membunuh wanita2 hamil dengan dilindas tank-2, ujian macam apa ini? Jika mereka bukan orang kuat niscaya Allah takkan memberikan ujian seperti ini.

Mesir yang masih hangat, aksi kudeta yang menewaskan ribuan syahid hanya dalam waktu beberapa jam, tragedi kemanusiaan yang sangat luar biasa biadab. Tapi sekali lagi mereka secara fisik ditindas, tapi secara hakiki mereka sebenarnya sedang melewati "ujian" dari Allah, karena mereka adalah orang-2 kuat dihadapan Allah maka seperti itulah yang harus mereka lalui.

Kembali kepada kita? Apa ujian kita? Bagaimana Allah melihat kita? Adakah ujian seberat saudara kita dipalestina, mesir.... Bersabarlah untuk dianggap kuat oleh Allah. Saat tilawah sudah menjadi kesenangan mata, saat shaum menjadi arena melumpuhkan syaitan, saat malam2 jauh dari pembaringan, saat banyak airmata yang terlinang di sepertiga malam, saat shalat begitu kita rindukan, saat jihad selalu menjadi motivasi, saat keihlasan telah merajai hati maka kekuatan itu benar2 nyata dan bersiaplah menghujamkan dalam2 kalimat Hasbunallah wani'mal wakiil....

NB: Jangan bersenang2 dengan kesenangan yang ada.... jadikan ia menjadi waktu luang untuk mempersiapkan segala persenjataan "ruh" agar layak disebut Kuat oleh yang MAHA KUAT.


http://google.com/

http://mediafire.com/
http://blogger.com/
http://twitter.com/
http://ziddu.com/
http://youtube.com/
http://youtu.be/
http://godaddy.com/
http://infoterupdatedanterbaru.blogspot.com/

Selasa, Agustus 20

Terdekat dan Terjauh

Waktu adalah salah satu variable yang digunakan untuk menghitung sesuatu apakah dia jauh atau dekat. Saat sesuatu itu tak bisa lagi diperkirakan berapa jaraknya maka waktulah yang digunakan. Inilah yang diingatkan oleh Imam Al Ghazali kepada para muridnya, beliau bertanya apakah yang terjauh dan apakah yang terdekat? Hampir semua muridnya menjawab sesuatu yang masih bisa dihitung atau dibilangkan kedalam jarak, menurut beliau yang terjauh adalah masa lalu, dan yang terdekat adalah kematian.

Masa lalu dan kematian tak bisa disebutkan dalam bilangan jarak, meter, kilo meter atau bahkan tahun cahaya. Masa lalu takkan pernah bisa diubah atau didatangi kembali untuk memperbaiki keadaan maka ia layak disebut sebagai hal yang terjauh. Kematian takkan pernah seorangpun tahu kapan ia datang, bahkan kitapun bisa dijemputnya dalam hitungan waktu tercepat misalnya seper sekian mili detik misalnya maka ia layak disebut sebagai yang terdekat. Sekarang anda sudah tau apa itu yang terdekat dan yang terjauh, sekarang pertanyaannya apakah anda yakin dengan hal ini?

Meyakini kebenaran adalah hal yang paling sulit dibandingkan mencari tahu tentangnya, keyakinan akan sesutu yang diketahui akan bermakna jika ada tekad untuk merubahnya menjadi laku. Apakah anda yakin bahwa waktu adalah sesuatu yang sangat berharga. Untuk membuktikannya silahkan tanyakan kepada pembalap berapa nilai satu detik? Atau kepada seorang pelari? Atau silahkan tanyakan kepada seseorang yang selamat dari kecelakaan. Bagaimana dengan kita? Apakah sedetik itu tidak berharga? Padahal sedetik yang lalu sudah mengurangi kontrak hidup kita. Berapa kali Allah bersumpah atas nama waktu? Ini menunjukkan bahwa waktu sangat penting, berharga dan sangat2 mahal (dalam artian tak terbeli).

Jika anda punya uang 1 Trilyun, lalu datang berita bahwa sisa hidup anda tinggal 1 menit, maukah anda menukar uang anda dengan waktu "perpanjangan"? Apalah arti uang jika kita tak mampu mengelola waktu dengan baik. Jangan sampai kita menyesal oleh sesuatu yang disebut terdekat dan terjauh.

Hidup anda adalah yang anda lewati saat ini, sekali lagi detik ini, bukan detik yang akan datang, apalagi hari esok. Maksimalkan keyakinan anda dengan laku2 yang nyata dan bermanfaat. Seorang alim berkata, jagalah 3 detikmu. Maksudnya kita tidak mungkin tidak berbuat maksiat dalam sehari semalam, tapi jika anda mau coba anda tidak berbuat maksiat dalam 3 detik hal ini masih dimungkinkan, 3 detik adalah sehelaan nafas seseorang normal, isilah dengan dzikir dan ketaatan.

Jumat, Agustus 16

Duhai Pemimpinku

Memang semua orang adalah pemimpin, minimal buat dirinya sendiri. Tapi yang saya maksud pemimpin disini adalah pemimpin dalam pekerjaan kita, misalnya kepala kantor, kepala dinas atau presiden sekalian, saat ini saya ingin berbicara mengenai mereka. Selama ini kita selalu memimpikan figur seorang pemimpin yang santun, gak egois, selalu memihak bawahan, intinya selalu adil. Pernahkan anda diposisi mereka? atau pernahkah anda membayangkan jadi mereka? Mungkin secara prestise memang sangat mengagumkan, tapi pernahkah memikirkan beban yang beliau emban? Tanggung jawab dunia akhirat?

Figur seperti Umar Bin Khattab dan Umar Bin Abdul Azis sudah sangat langka, namun kita masih mengharapkan dan memimpikan orang-orang seperti mereka. Bukanlah hal yang tidak mungkin sifat-sifat mereka terlahir didalam, kepala kantor, kepala dinas, bupati, walikota, gubernur, ketua RT, ketua RW hingga presiden. Kita semua merindukan sosok pemimpin yang sayang pada kita, namun kita sendiri tidak sayang pada mereka. Bentuk tertinggi sayangnya kita pada pemimpin kita adalah mendoakan walaupun mereka tak pernah tahu, apakah sudah lakukan hal ini? Untuk menciptakan kata "saling" harus ada yang mendahului, misalnya kita ingin pemimpin mendoakan kita, ya bearti kita harus mulai mendoakan beliau dulu. Bukankah mendoakan saudara kita yang lain, itu bernilai 2 kebaikan.


Pemimpin kita bukan hanya butuh anggukan kita, tapi juga doa-doa malam kita, agar hati mereka lebih lembut akhirnya memiliki kepekaan yang luar biasa kepada yang dipimpinnya, mampu memberikan semangat yang luar biasa serta motivasi yang dahsyat. Inilah yang mungkin jarang kita lakukan, inilah yang mungkin malas kita mulai, tidak sulit kok hanya menambahkan 1 atau dua kalimat dalam doa malam kita untuk beliau. 

Selamatkan beliau-beliau dengan doa kita, jangan sampai menjadi pemimpin yang buruk, penuh dengan penuntut dan penghujat akhirnya rakyat juga yang terjerat dan menjerit. Jangan pesimis apa sih yang tidak mungkin dengan doa? "Sebaik-baik pemimpin adalah yang mencintai kalian, kalian mencintainya, dia mendoakan kalian, dan kalianpun mendoakannya" indah bukan? Mari kitalah yang menjadi pemulai, jangan malas memulai mendoakan mereka.

Kamis, Agustus 15

Menunda Keberhasilan

Berapa waktu yang dibutuhkan untuk menulis sepuluh sampai dua puluh keberhasilan yang ada pada kita? Cukupkah satu menit saja? Jika anda kesulitan simak saja renungan ini sejenak, insya Allah anda bisa menyebutkan lebih dari 20 dalam 1 menit. Keberhasilan / kesuksesan acapkali disejajarkan dengan apa yang direncanakan atau dimimpikan terwujud atau terkabul. Tidak salah tapi kurang benar, bagi saya pribadi itu hanya sebagian kecil dari makna sukses/berhasil. Kenapa sih kita "membatasi" makna berhasil/sukses hanya sebatas itu apakah nikmat (sebut saja anda bisa membaca tulisan ini) bukan sebuah keberhasilan / kesuksesan? Apakah yang tidak anda rencanakan itu diluar himpunan makna keberhasilan/kesusksesan. Hal inilah yang saya anggap telah menunda keberhasilan. 

Sekarang kita kembalikan makna sukses kepada makna yang umum dipakai, pertanyaannya siapakah yang membuat anda mampu membuat perencanaan dengan sedemikian dahsyat? dengan apakah anda merencanakan hal tersebut? Apakah otak briliant anda tidak ikut serta bermain diperencanaan yang anda buat? Demikian juga mata, tangan, kaki dan sebagainya? Lantas apakah anda pernah merencanakan punya mata yang bagus? Tangan yang cekatan? Kaki yang kuat? Otak yang super encer? Terakhir siapakah yang mampu mewujudkan perencanaan anda menjadi kenyataan bukan hanya mimpi?

Sobat, nikmat yang kita rasakan sampai saat ini juga sebuah keberhasilan, sebuah kesuksesan. Allah sebagai penentunya mewanti-wanti dengan firman-Nya :



وَإِذۡ تَأَذَّنَ رَبُّكُمۡ لَٮِٕن شَڪَرۡتُمۡ لَأَزِيدَنَّكُمۡ‌ۖ وَلَٮِٕن ڪَفَرۡتُمۡ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ۬
Dan (ingatlah) ketika Tuhan kamu memberitahu: Demi sesungguhnya! Jika kamu bersyukur nescaya Aku akan tambahi nikmatKu kepada kamu dan sesungguhnya, jika kamu kufur ingkar sesungguhnya azabKu amatlah keras. (Surah Ibrahim 14: Ayat 7)

Jadi sumber keberhasilan adalah mensyukuri semua kesuksesan / keberhasilan (baca : nikmat) yang sudah ada maka Allah akan menambah nikmat-Nya salah satunya berupa mewujudkan apa yang telah direncanakan dan dimimpikan. Ternyata begitu banyak keberhasilan yang ada di kita, sekarang takkan sulit lagikan menyebutkannya....

Keberhasilan dan kesuksesan yang hakiki dan besar adalah saat kaki ini sudah menjejak di surga-Nya, bagaimana setujukan? Lalu bagaimana apakah sudah direncanakan dari saat ini.....

Rabu, Agustus 14

Pemakmur Masjid

Sudah menjadi kondisi umum dimana masjid, surau, musholla kembali lengang selepas Ramadhan. Pertanyaannya kenapa kita tidak mampu merubah kondisi yang selalu dan selalu seperti ini setiap tahun. Kenapa tidak pernah bosan dengan keadaan ini? Tidakkah merasa terpanggil untuk memperbaikinya?

Sebuah kondisi yang cukup memprihatinkan sebenarnya, tapi lebih memprihatinkan lagi jika kita tak pernah mau peduli dengan kondisi ini. Sebuah ironi jika kita selama Ramadhan begitu giat melaksanakan puasa dan ibadah lainnya termasuk sholat berjamaah karena kita tidak mau disebut sebagai orang yang tidak beriman, tapi setelahnya masjid kembali kosong. Tahukah anda, bahwa hanya orang yang beriman dan percaya kepada hari akhir saja yang mampu memakmurkan masjid. Apakah kita hanya menjadi orang beriman selama Ramadhan saja setelahnya tidak? Inilah ironi.


إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا اللَّهَ ۖ فَعَسَىٰ أُولَٰئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ

Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS 9 : 18)

Memakmurkan masjid, bukan hanya pengurus masjid saja tapi termasuk muslim semuanya terlebih mereka yang menjadi tetangganya. Akankah kita hanya beriman sesaat saja? Apakah kita mau disebut sebagai orang yang ingkar pada hari akhir? Memakmurkan masjid  bukan hanya bearti bermegah2an untuk bangunannya, memakmurkan lebih singkatnya memasyarakatkan masjid dan memasjidkan masyarakat. Berbanggalah kita masih bisa dekat dengan masjid. Bagaimana dengan kita masihkah kita enggan memakmurkan masjid? padahal kita nyata2 tidak mau disebut sebagai orang-orang beriman.


Bondowoso, 4 Syawal

Sabtu, Agustus 10

Jagalah kualitas sholat

Saudaraku... sholat adalah ibadah yang paling utama, dialah amalan yang menentukan apakah amalan-2 yg lainnya layak diperhitungkan atau tidak. Sholat adalah amalan yang pertama sekali dihisab, sholat adalah garis putih pembeda antara muslim dan kafir. Sebenarnya kita sudah faham akan hal ini, tapi pertanyaannya adalah sudahkan kita mempersiapkan sholat kita? Menjaga kualitasnya? Mempertahankan kuantitasnya? lalu menambah kekhusyuannya?

Sobat Sholat adalah ibadah terpanjang sudah selayaknya kita semakin hari semakin mempercantik baik kualitas ataupun kuantitasnya. Bagi kaum laki-laki sholat yang berkualitas adalah dengan berjamaah tentunya dengan memperhatikan kaidah2 yang ada, usahakan dan usahakan untuk selalu berjamaah. Bagi kaum wanita tantangan sholat adalah tepat waktu, jangan diakhir waktu.

Saudaraku... jagalah sholat maka insya Allah, sholat akan menjaga akhlaqmu, jangan remehkan dia, sebab dialah gerbang kebaikan, sekali kita meremehkannya maka gerbang itu akan rusak atau bahkan tak bisa dibuka lagi. Pertanyaannya bukan lagi sudahkah anda sholat? tapi, sudahkan anda menjaga kualitas sholat?


Banyuwangi, 3 Syawal 05.05

Jumat, Agustus 9

Maafkanlah

Seorang lelaki Arab bernama Tsumamah bin Itsal dari Kabilah Al Yamamah pergi ke Madinah hendak membunuh Nabi Muhammad SAW. Segala sesuatu telah ia persiapkan secara matang, sebilah pedang tajam sudah disandangnya, dan ia pun masuk ke kota suci Madinah tempat Rasulullah bermukim.
Dengan semangat meluap-luap ia mendatangi majelis Rasulullah, untuk melaksanakan niatnya. Umar bin Khattab yang melihat gelagat buruk itu, langsung menghadang Tsumamah. Umar bertanya, “Apa tujuan kedatanganmu ke Madinah? Bukankah engkau seorang musyrik?”

Dengan terang-terangan Tsumamah menjawab, “Aku datang ke negeri ini hanya untuk membunuh Muhammad!”. Mendengar ucapannya, dengan sigap Umar langsung meringkusnya. Tsumamah tak sanggup melawan Umar yang perkasa, Umar berhasil merampas senjatanya dan mengikat tangannya, kemudian ia dibawa ke masjid.

Setelah mengikat Tsumamah di salah satu tiang masjid, Umar segera melaporkan kejadian ini pada Rasulullah. Rasulullah segera keluar menemui orang yang bermaksud membunuhnya itu. Setibanya di tempat pengikatannya, beliau mengamati wajah Tsumamah baik-baik yang terlihat kelelahan dan ketakutan. Kemudian berkata pada para sahabatnya, “Apakah ada di antara kalian yang sudah memberinya makan?”.

Para shahabat Rasul tentu saja kaget dengan pertanyaan Rasulullah. Umar yang sejak tadi menunggu perintah Rasulullah untuk membunuh orang ini seakan tidak percaya dengan apa yang didengarnya. Maka Umar memberanikan diri bertanya, “Makanan apa yang Andamaksud wahai Rasulullah? Orang ini datang ke sini ingin membunuh bukan ingin masuk Islam!”

Namun Rasulullah tidak menghiraukan sanggahan Umar. Beliau berkata, “Tolong ambilkan segelas susu dari rumahku, dan buka tali pengikat orang itu”. Walaupun merasa heran, Umar mematuhi perintah Rasulullah.

Setelah memberi minum Tsumamah, Rasulullah dengan sopan berkata kepadanya, “Ucapkanlah Laa ilaha illa-Llah (Tiada ilah selain Allah). ”Si musyrik itu menjawab dengan ketus, “Aku tidak akan mengucapkannya!”. Rasulullah membujuk lagi, “Katakanlah, Aku bersaksi tiada ilah selain Allah dan Muhammad itu Rasul Allah.”

Namun Tsumamah tetap berkata dengan nada keras, “Aku tidak akanmengucapkannya!” Para sahabat Rasul yang turut menyaksikan tentu saja menjadi geram terhadap orang yang tak tahu untung itu. Tetapi Rasulullah malah membebaskan dan menyuruhnya pergi. Tsumamah yang musyrik itu bangkit seolah-olah hendak pulang kenegerinya. Tetapi belum berapa jauh dari masjid, dia kembali kepada Rasulullah dengan wajah ramah dan berseri ia berkata, “Ya Rasulullah, aku bersaksi tiada ilah selain Allah dan Muahammad Rasul Allah.”

Rasulullah tersenyum dan bertanya, “Mengapa engkau tidak mengucapkannya ketika aku memerintahkan kepadamu?” Tsumamah menjawab, “Aku tidak mengucapkannya ketika masih belum kau bebaskan karena khawatir ada yang menganggap aku masuk Islam karena takut kepadamu. Namun setelah engkau bebaskan, aku masuk Islam semata-mata karenamengharap keridhaan Allah Robbil Alamin.”

Pada suatu kesempatan, Tsumamah berkata, “Ketika aku memasuki kota Madinah, tiada yang lebih kubenci dari Muhammad. Tetapi setelah aku meninggalkan kota itu, TIADA SEORANG PUN DI MUKA BUMI YANG LEBIH KU CINTAI SELAIN MUHAMMAD RASULULLAH”
************
Baru saja Ramadhan berlalu, tapi semoga semangat kita tak berlalu juga. Ramadhan yang Allah turunkan ini bertujuan membentuk pribadi-2 yang bertaqwa. Al-Quran banyak menjelaskan siapa itu orang yang bertaqwa diantaranya :

"dan bersegeralah kalian meminta pengampunan ALLOH dan surga yg seluas langit dan bumi, yg di janjikan buat orang orang yg taqwa (133) Yaitu orang orang yg mau derma selagi waktu senang, dan selagi susah, dan yg menahan amarahnya, dan yg memaafkan orang lain , dan ALLOH mencintai orang orang yg mengerjakan kebaikan. 134 (QS Al Imran 133-134)"

Bagaimana dengan kita? sudah adakah sifat pemaaf dalam diri kita? Rasulullah yang memiliki hati bening, mampu melakukannya dengan baik dan sempurna, beliaulah teladan kita, semoga Allah memberikan semangat memaafkan orang lain. Semoga Allah menerima semua puasa kita, dan mengaruniakan sifat taqwa dalam hati kita... Amiin

Banyuwangi, 2 Syawal
taujih dari Ust Irwan Prayitno

Kamis, Agustus 8

Istiqomah

Bagaimana kabar 1 Syawal 1434H ini saudaraku? Apakah semangat selama Ramadhan selama ini masih tetap membara seperti biasa ketika puasa? atau sebaliknya? Bagaimana tilawahnya? menjaga niatnya? kehati-hatiannya? kesabarannya? 

Subhanallah.... itulah salah satu kenikmatan Ramadhan, yang intinya serba semangat dan serba dekat dengan Allah, Ya Rabb kami benar-2 rindu pada RamadhanMu? Wahai pemilik waktu bisakah kami menikmati indahnya Ramadhan lagi tahun depan?

Jika amalan2 mulai berangsek pergi, maka segera segarkan dengan Janji Allah akan 3 hal yang hanya diberikan kepada orang-2 yang istiqomah. Kebalikan ke-3 hal ini adalah 'hantu' yang cukup mengerikan bagi siapapun. Allah berfirman :

إِنَّالَّذِينَقَالُوارَبُّنَااللَّهُثُمَّاسْتَقَامُواتَتَنَزَّلُعَلَيْهِمُالْمَلَائِكَةُأَلَّاتَخَافُواوَلَاتَحْزَنُوا
وَأَبْشِرُوابِالْجَنَّةِالَّتِيكُنتُمْتُوعَدُونَ


” Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: `Rabb kami ialah Allah` kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): `Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu" (Fushilat : 30)
 
1. Keberanian yang akan mengingkari segala ketakutan kecuali pada Allah Ta'ala. Kehilangan keberanian bearti tak bisa hidup lagi karena ia tak punya kekuatan untuk menghadapi terjalnya hidup dan hirup pikuk masalah hidup. Keberanian adalah modal awal sebuah kekuatan yang dahsyat, lihat saja di Palestina atau Mesir saat ini, dari mana keberian mereka jika bukan karena keistiqomahan mereka selama ini.
 
2. Kebahagiaan yang selalu menghilangkan semua kesedihan. Kesedihan, kerisauan, kegalauan itu karena Allah bukan menjadi tujuan hidup kita. Saat jawaban hidup tak sesuai keinginan, maka la tahzan sesungguhnya ini adalah bentuk cinta Allah untuk kita, tapi jika selain Allah yang kita sandari maka ini adalah kegagalan.
 
3. Surga adalah motivasi terbaik dan sebagai pemicu sikap optimis. Biarlah bersakit-sakit dahulu ketika saatnya surga adalah tepian terbaik untuk bersenang-2. Surga adalah sebaik2 tempat dan itu membutuhkan pengorbanan, jangankan hanya pengorbanan waktu untuk tilawah atau sholat, nyawapun akan digadaikan demi Surga.
 
Keterbatasan selalu ada, namun itu bukan menjadi alasan kita untuk tidak istiqomah, tapi jadikanlah ini sebagai karunia Allah untuk merasakan nikmatnya dzikrullah, taubat dan azzam untuk menjadi lebih baik. Perbaikan adalah sebuah keniscayaan dari sebuah perubahan yang baik, maka jadilah bagian dari arsitek perubahan2 besar untuk kebaikan.
 
Banyuwangi, 1 Syawal 1434H

Rabu, Juli 31

Renungan Harian

Sejenak kita menarik diri dari hiruk pikuk keseharian kita, merenung sejenak dua jenak untuk kembali meluruskan shaf-shaf niat kita, agar ia selalu ada dalam koridor cinta-Nya dan ridho-Nya... Semoga Allah menjadikan renungan ini menjadi ilham yang baik dan berkah....

- Istiqomah
- Maafkanlah
- Jagalah Kualitas Sholat
- Pemakmur Masjid
- Menunda Keberhasilan
- Duhai Pemimpinku
- Terdekat dan Terjauh

- Yang Kuat Yang Tertindas
- Penebang Kayu
-
-











http://google.com/
http://mediafire.com/
http://blogger.com/
http://twitter.com/
http://ziddu.com/
http://youtube.com/
http://youtu.be/
http://godaddy.com/
http://infoterupdatedanterbaru.blogspot.com/


 


 
Terimakasih telah berkunjung